site traffic analytics
Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Peninggalan, dan Pengaruhnya pada Masa Kini
Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Peninggalan, dan Pengaruhnya pada Masa Kini

Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Peninggalan, dan Pengaruhnya pada Masa Kini

Haii teman Radar! Kali ini kami akan membahas tentang Kerajaan Sriwijaya, sebuah kerajaan maritim yang berdiri pada abad ke-7 Masehi di Pulau Sumatera. Meski sudah berusia lebih dari 1.300 tahun, namun pengaruh Kerajaan Sriwijaya masih terasa hingga saat ini. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya didirikan pada abad ke-7 Masehi oleh seorang raja bernama Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Pusat pemerintahan awalnya berada di daerah Palembang, Sumatera Selatan, namun kemudian berkembang hingga mencakup wilayah Jambi, Bengkulu, dan Riau.

Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang berperan penting dalam perdagangan di Asia Tenggara. Hal ini terbukti dari temuan arkeologi berupa kapal-kapal kuno yang berasal dari Kerajaan Sriwijaya, serta catatan sejarah dari negara tetangga seperti Tiongkok dan India.

Selama berabad-abad, Kerajaan Sriwijaya mengalami masa kejayaan dan kemunduran. Puncak kejayaan terjadi pada abad ke-8 hingga 10 Masehi, di mana Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan dan pengaruh kebudayaan di Asia Tenggara. Namun, pada abad ke-11 Masehi, kerajaan ini mulai terpuruk akibat serangan dari Kerajaan Chola dari India dan kemudian disusul oleh serangan Kerajaan Majapahit dari Jawa.

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Meski sudah lama runtuh, namun peninggalan Kerajaan Sriwijaya masih bisa ditemukan di beberapa tempat di Sumatera Selatan. Salah satu contohnya adalah Candi Muara Takus, sebuah candi Buddha yang dibangun pada abad ke-7 hingga 8 Masehi. Selain itu, terdapat pula situs arkeologi lainnya seperti Candi Kedaton, Candi Karang Brahi, dan Candi Limas.

Tidak hanya itu, pengaruh Kerajaan Sriwijaya juga dapat ditemukan dalam kebudayaan masyarakat Sumatera Selatan. Contohnya adalah dalam seni tari-tarian tradisional seperti Tari Serimpi, Tari Bedana, dan Tari Merak. Selain itu, kearifan lokal seperti adat istiadat dan bahasa daerah juga masih dipertahankan hingga saat ini.

TRENDING :  Cara Menghapus Cache di Macbook untuk Mempercepat Kinerja

Pengaruh Kerajaan Sriwijaya pada Masa Kini

Meski sudah lama runtuh, pengaruh Kerajaan Sriwijaya masih terasa hingga saat ini, terutama dalam bidang kebudayaan dan pariwisata. Sumatera Selatan sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya menjadi destinasi wisata yang populer, dengan banyaknya situs arkeologi dan peninggalan sejarah yang dapat dikunjungi. Selain itu, kearifan lokal masyarakat Sumatera Selatan yang dipengaruhi oleh budaya Sriwijaya turut memperkaya keanekaragaman budaya Indonesia.

Selain pengaruh budaya, Kerajaan Sriwijaya juga berperan penting dalam perkembangan perdagangan maritim di Asia Tenggara. Sebagai kerajaan maritim, Sriwijaya memiliki armada kapal dagang yang kuat dan mampu memfasilitasi perdagangan antarnegara. Hal ini turut memperkaya keanekaragaman budaya dan membentuk keterikatan antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Di samping itu, sejarah Kerajaan Sriwijaya juga menjadi inspirasi bagi banyak seniman dan penulis Indonesia. Contohnya adalah novel “Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer, yang memuat kisah tentang perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajahan Belanda pada masa lampau.

Orang Juga Bertanya:

Pertanyaan Jawaban
Apa yang membuat Kerajaan Sriwijaya menjadi penting? Kerajaan Sriwijaya menjadi penting karena peranannya dalam perdagangan maritim di Asia Tenggara dan sebagai pusat pengaruh kebudayaan.
Apa saja peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang masih dapat ditemukan? Beberapa peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang masih dapat ditemukan di Sumatera Selatan adalah Candi Muara Takus, Candi Kedaton, Candi Karang Brahi, dan Candi Limas.
Bagaimana pengaruh Kerajaan Sriwijaya pada masyarakat Sumatera Selatan? Pengaruh Kerajaan Sriwijaya dapat ditemukan dalam seni tari-tarian tradisional, kearifan lokal seperti adat istiadat dan bahasa daerah, serta destinasi wisata yang populer di Sumatera Selatan.

Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang berperan penting dalam perdagangan dan kebudayaan di Asia Tenggara. Meski sudah lama runtuh, pengaruh Sriwijaya masih terasa hingga saat ini, terutama dalam bidang kebudayaan dan pariwisata. Peninggalan sejarah dari Kerajaan Sriwijaya juga masih dapat ditemukan di beberapa tempat di Sumatera Selatan. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan kecintaan kita terhadap sejarah dan kebudayaan Indonesia.

TRENDING :  Asuransi Kesehatan Allianz - Keamanan dan Perlindungan Kesehatan Anda

Cek Berita dan Artikel Radarbatas.com lainnya di Google News.