site traffic analytics

Crossing Saham: Pengertian dan Cara Melakukan Transaksi

Haii teman Radar, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang crossing saham. Istilah ini mungkin sudah sering Anda dengar, terutama jika Anda seorang investor di pasar saham. Crossing saham sendiri merupakan salah satu transaksi perdagangan saham yang terjadi di pasar modal.

Secara sederhana, crossing saham adalah transaksi jual beli saham yang terjadi antara dua pihak di bursa efek. Namun, yang membedakan crossing saham dengan transaksi jual beli saham biasa adalah cara pelaksanaannya.

Transaksi jual beli saham biasa dilakukan di pasar terbuka, dimana pembeli dan penjual dapat melakukan transaksi secara langsung. Namun, pada crossing saham, transaksi dilakukan melalui pihak ketiga, yaitu perusahaan efek atau broker.

Perusahaan efek atau broker akan menampung permintaan jual beli saham dari dua pihak yang ingin melakukan crossing saham. Kemudian, perusahaan efek atau broker akan mencocokkan permintaan jual beli tersebut dan menetapkan harga yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Bagaimana Cara Kerja Crossing Saham?

Setelah permintaan jual beli saham dari kedua belah pihak telah diterima, perusahaan efek atau broker akan mencari pihak lain yang memiliki permintaan jual beli saham yang sebaliknya. Kemudian, perusahaan efek atau broker akan mencocokkan kedua permintaan tersebut dan menetapkan harga yang disepakati.

Jika harga sudah disepakati, perusahaan efek atau broker akan mengeksekusi transaksi dan mentransfer saham dari pemilik awal ke pemilik baru. Hal ini biasanya dilakukan secara elektronik.

Siapa Yang Menggunakan Crossing Saham?

Crossing saham umumnya digunakan oleh investor institusional, seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, dan reksa dana. Hal ini karena mereka melakukan transaksi dengan volume yang besar dan seringkali membutuhkan kepastian harga yang disepakati sebelum melakukan transaksi.

TRENDING :  "Pengertian IPO Saham dan Bagaimana Cara Berinvestasi di Pasar Modal

Namun, investor ritel atau perseorangan juga dapat menggunakan crossing saham jika memiliki permintaan jual beli saham dalam volume besar yang tidak dapat dipenuhi di pasar terbuka.

Apa Kelebihan Crossing Saham?

Crossing saham memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan transaksi jual beli saham biasa. Pertama, transaksi jual beli saham pada crossing saham dilakukan secara pribadi dan tidak terlihat oleh publik.

Hal ini dapat mengurangi volatilitas harga saham di pasar terbuka karena tidak adanya aksi jual beli yang dapat mempengaruhi harga saham.

Kedua, transaksi jual beli saham pada crossing saham dapat dilakukan dengan harga yang lebih baik karena perusahaan efek atau broker dapat mencocokkan permintaan jual beli yang ada dan menetapkan harga yang lebih baik bagi kedua belah pihak. Hal ini dapat menguntungkan bagi investor yang melakukan transaksi dalam volume besar.

Ketiga, crossing saham dapat meningkatkan likuiditas saham. Jika sebelumnya ada saham yang tidak dapat diperdagangkan karena minimnya permintaan beli atau jual, dengan adanya crossing saham, saham tersebut dapat diperdagangkan dengan mudah.

Apa Kekurangan Crossing Saham?

Di sisi lain, crossing saham juga memiliki beberapa kekurangan. Pertama, transaksi jual beli saham pada crossing saham terbatas pada saham-saham tertentu yang telah ditentukan oleh perusahaan efek atau broker.

Kedua, transaksi jual beli saham pada crossing saham tidak terbuka untuk publik sehingga informasi tentang transaksi tersebut tidak dapat diakses secara umum.

Ketiga, terkadang perusahaan efek atau broker dapat memanipulasi harga saham pada crossing saham demi keuntungan mereka sendiri. Hal ini dapat merugikan investor dan merusak integritas pasar modal.

Bagaimana Cara Melakukan Crossing Saham?

Jika Anda ingin melakukan crossing saham, Anda dapat menghubungi perusahaan efek atau broker yang Anda percayai. Biasanya, perusahaan efek atau broker akan memiliki layanan crossing saham yang dapat diakses oleh klien mereka.

TRENDING :  Jangan Tergiur, Ini Dia Fakta Tentang Unilever Indonesia Saham

Anda kemudian dapat memberikan permintaan jual beli saham yang ingin Anda lakukan pada perusahaan efek atau broker tersebut. Jika ada pihak lain yang memiliki permintaan jual beli saham yang sebaliknya, perusahaan efek atau broker akan mencocokkan permintaan tersebut dan menetapkan harga yang disepakati.

Jika transaksi sudah disepakati, perusahaan efek atau broker akan mengirimkan konfirmasi transaksi kepada Anda dan mentransfer saham dari pemilik awal ke pemilik baru.

Kesimpulan

Crossing saham merupakan salah satu transaksi perdagangan saham yang terjadi di pasar modal. Transaksi jual beli saham pada crossing saham dilakukan melalui pihak ketiga, yaitu perusahaan efek atau broker.

Crossing saham memiliki beberapa kelebihan, seperti transaksi dilakukan secara pribadi, harga yang lebih baik, dan meningkatkan likuiditas saham. Namun, crossing saham juga memiliki kekurangan, seperti terbatasnya saham yang dapat ditransaksikan dan risiko manipulasi harga saham.

Jika Anda ingin melakukan crossing saham, Anda dapat menghubungi perusahaan efek atau broker yang terpercaya dan memiliki layanan crossing saham. Selain itu, Anda juga harus memahami risiko dan biaya yang terkait dengan crossing saham sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi.

Cek Berita dan Artikel Radarbatas.com lainnya di Google News.

Orang Juga Bertanya

Pertanyaan Jawaban
Apakah crossing saham aman? Ya, crossing saham merupakan transaksi perdagangan saham yang legal dan diawasi oleh otoritas pasar modal. Namun, Anda harus memilih perusahaan efek atau broker yang terpercaya untuk menghindari risiko penipuan atau manipulasi harga saham.
Berapa biaya yang dikenakan untuk crossing saham? Biaya yang dikenakan untuk crossing saham bervariasi tergantung dari perusahaan efek atau broker yang digunakan. Namun, biaya untuk crossing saham umumnya lebih murah dibandingkan dengan biaya transaksi jual beli saham biasa karena perusahaan efek atau broker tidak perlu membayar fee ke bursa efek.
Apakah crossing saham hanya dapat dilakukan di Indonesia? Tidak, crossing saham dapat dilakukan di negara lain selama negara tersebut memiliki pasar modal yang diatur dan diawasi oleh otoritas pasar modal. Namun, aturan dan prosedur crossing saham mungkin berbeda-beda di setiap negara.
Apakah crossing saham hanya dilakukan oleh investor institusional? Tidak, crossing saham dapat dilakukan oleh investor ritel atau perseorangan jika memiliki permintaan jual beli saham dalam volume besar yang tidak dapat dipenuhi di pasar terbuka.
Apakah crossing saham dapat meningkatkan harga saham? Tidak, crossing saham tidak dapat langsung mempengaruhi harga saham di pasar terbuka. Namun, jika ada banyak transaksi crossing saham yang dilakukan, hal tersebut dapat meningkatkan likuiditas saham dan memperkuat sentimen positif di pasar terbuka yang dapat berdampak pada harga saham.
TRENDING :  Saham Susu Ultra: Menjajaki Peluang Investasi Kedepannya