site traffic analytics

Jenis-jenis Pengendalian Sosial Berikut Penjelasannya

Haii Teman Radar, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang “jenis-jenis pengendalian sosial berikut penjelasannya”. Pengendalian sosial merupakan upaya untuk mengarahkan perilaku masyarakat agar sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam suatu sistem sosial. Pemahaman mengenai jenis-jenis pengendalian sosial sangat penting agar kita dapat memahami bagaimana masyarakat diatur dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

Jenis Pengendalian Sosial di Masyarakat

1. Pengendalian Sosial Formal

Pengendalian sosial formal adalah pengendalian sosial yang dilakukan secara resmi oleh lembaga-lembaga atau aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam suatu sistem sosial. Contoh pengendalian sosial formal antara lain hukum, peraturan pemerintah, norma, dan tata tertib. Pengendalian sosial formal ini memiliki sanksi yang jelas bagi pelanggarnya, seperti denda, hukuman penjara, atau pencabutan izin usaha.

2. Pengendalian Sosial Non-Formal

Pengendalian sosial non-formal dilakukan secara tidak resmi oleh masyarakat atau kelompok-kelompok dalam masyarakat. Contoh pengendalian sosial non-formal antara lain norma-norma sosial, adat istiadat, kebiasaan, agama, dan kesepakatan sosial. Pengendalian sosial non-formal ini bersifat lebih fleksibel dan dapat berbeda-beda antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.

3. Pengendalian Sosial Primer

Pengendalian sosial primer terjadi di lingkungan keluarga dan lingkungan kecil lainnya. Pengendalian sosial ini dilakukan oleh individu-individu terdekat seperti orang tua, saudara, atau teman dekat. Tujuan dari pengendalian sosial primer adalah membentuk kepribadian dan membantu individu dalam pembentukan perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat.

4. Pengendalian Sosial Sekunder

Pengendalian sosial sekunder terjadi di luar lingkungan keluarga atau lingkungan kecil. Pengendalian sosial ini dilakukan oleh lembaga-lembaga sosial seperti sekolah, gereja, pemerintah, dan organisasi masyarakat. Tujuan dari pengendalian sosial sekunder adalah mengontrol perilaku individu dalam lingkungan yang lebih luas dan menjamin keharmonisan dalam masyarakat.

TRENDING :  Pengertian Transistor Beserta Fungsi dan Jenisnya Lengkap

5. Pengendalian Sosial Informal

Pengendalian sosial informal dilakukan oleh individu-individu di dalam masyarakat tanpa menggunakan hukuman atau sanksi yang jelas. Contoh pengendalian sosial informal antara lain teguran, sindiran, norma-norma sosial, dan adat istiadat. Pengendalian sosial informal ini lebih bersifat persuasif dan bergantung pada kepekaan dan kesadaran individu dalam masyarakat.

Manfaat Pengendalian Sosial dalam Masyarakat

1. Menjaga Stabilitas Sosial

Pengendalian sosial membantu menjaga stabilitas dalam masyarakat. Dengan adanya aturan dan norma, konflik atau kekacauan dapat dicegah sehingga masyarakat dapat hidup dalam harmoni dan keseimbangan.

2. Membentuk Kesadaran Hukum

Pengendalian sosial formal, seperti hukum, membantu membentuk kesadaran hukum di masyarakat. Dengan adanya sanksi yang jelas, masyarakat akan berpikir dua kali sebelum melanggar aturan, sehingga tingkat kejahatan dapat ditekan.

3. Mendorong Kepatuhan terhadap Norma

Pengendalian sosial non-formal membantu mendorong masyarakat untuk patuh terhadap norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Hal ini juga membantu mempertahankan identitas budaya dan kearifan lokal.

4. Melindungi Masyarakat dari Ancaman

Pengendalian sosial sekunder, seperti lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat, bertujuan untuk melindungi masyarakat dari berbagai ancaman yang menciderai keselamatan dan kesejahteraan mereka.

5. Membangun Persatuan dan Solidaritas

Pengendalian sosial informal membantu membangun persatuan dan solidaritas di antara anggota masyarakat. Dengan adanya pengendalian sosial informal, masyarakat dapat saling membantu dan menghormati satu sama lain, sehingga tercipta hubungan yang harmonis.

Kesimpulan

Dalam masyarakat, terdapat berbagai jenis pengendalian sosial yang dapat membentuk perilaku dan pola interaksi antarindividu. Pengendalian sosial formal dan non-formal, primer dan sekunder, serta informal memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan keseimbangan dalam masyarakat. Pengendalian sosial ini juga memiliki manfaat yang besar, seperti menjaga stabilitas sosial, membentuk kesadaran hukum, mendorong kepatuhan terhadap norma, melindungi masyarakat dari ancaman, dan membangun persatuan serta solidaritas. Dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman mengenai jenis-jenis pengendalian sosial ini sangat bermanfaat bagi kita sebagai anggota masyarakat untuk dapat hidup dalam harmoni dan menjaga ketertiban.

TRENDING :  Pengertian Yoga: Tujuan, Manfaat, dan Jenis-Jenisnya