site traffic analytics

Rumus Menghitung Return Saham: A Practical Guide

Haii teman Radar, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang rumus menghitung return saham, sebuah konsep penting dalam investasi saham. Bagi para investor saham, menghitung return saham bisa menjadi salah satu cara untuk mengukur seberapa baik performa investasi mereka. Meskipun terdengar rumit, konsep ini sebenarnya cukup mudah dipahami. Yuk, kita pelajari bersama-sama!

Apa itu Return Saham?

Return saham merupakan pengukuran keuntungan atau kerugian yang didapat dari investasi saham dalam jangka waktu tertentu. Konsep ini sangatlah penting untuk mengetahui seberapa produktif investasi saham yang kita lakukan. Saham yang memberikan return yang tinggi umumnya dianggap sebagai saham yang berkinerja baik.

Setiap investor pasti ingin mendapatkan return yang maksimal dari investasi yang dilakukan. Oleh karena itu, menghitung return saham menjadi hal yang cukup penting. Dengan mengetahui return saham yang didapat, investor bisa mengetahui apakah investasi yang dilakukan memberikan hasil yang baik atau buruk.

Sebagai operator pasar saham, Bursa Efek Indonesia (BEI) menggunakan IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan sebagai tolak ukur untuk mengukur kinerja pasar saham di Indonesia. Indeks ini menunjukkan pergerakan harga saham yang ada di dalamnya dalam periode waktu tertentu.

Dalam menghitung return saham, kita juga harus mempertimbangkan imbal hasil yang dihasilkan dari dividen. Dividen sendiri merupakan pembagian laba perusahaan kepada para pemegang saham.

Jenis-jenis Return Saham

1. Absolute Return

Absolute return merupakan perbedaan antara harga saham pada saat dijual dengan harga saham pada saat dibeli. Ketika harga saham saat dijual lebih tinggi daripada harga pembelian, maka hal itu disebut dengan capital gain. Sementara jika pembayaran dividen ditambahkan, maka absolute return akan menjadi total return.

TRENDING :  Bow Dalam Saham: Hasilkan Keuntungan Besar dengan Investasi yang Tepat

2. Relative Return

Relative return merupakan return yang dibandingkan dengan tingkat pengembalian pada pasar atau pun aset lainnya di sekitar pasar saham. Contohnya, jika pendapatan yield suatu saham adalah 9% dan yield pada pasar saham selama waktu yang sama adalah 5%, maka relative return saham tersebut adalah 4%.

Rumus Menghitung Return Saham

Secara umum, terdapat dua rumus yang bisa digunakan untuk menghitung return saham:

1. Absolute Return

Absolute Return = (Harga Jual – Harga Beli + Pendapatan Dividen) / Harga Beli x 100%

Contoh:

Harga Beli Saham Rp1.000.000,-
Harga Jual Saham Rp1.200.000,-
Pendapatan Dividen Rp200.000,-
Absolute Return (1.200.000-1.000.000+200.000)/1.000.000 x 100% = 40%

2. Relative Return

Relative Return = (Absolute Return di above di atas – Return Pasar) / Beta Saham

Contoh:

Absolute Return 40%
Return Pasar 10%
Beta Saham 1.5
Relative Return (40% – 10%) / 1.5 = 20%

Terkadang Beta dapat menjadi negatif, yang mana berarti bahwa saham kita memiliki karakteristik investasi yang berlawanan dari pasar atau aset lainnya. Namun, hal ini sudah sangat jarang ditemukan dalam praktiknya.

Kesimpulan

Dalam investasi saham, return saham merupakan salah satu hal yang penting untuk dihitung. Dengan memahami konsep dan rumus menghitung return saham, kita bisa mengetahui apakah investasi yang kita lakukan memberikan hasil yang baik atau buruk. Jenis-jenis return juga perlu dipahami, terutama dalam menentukan jenis-jenis investasi saham yang tepat. Dengan memahami semua hal tersebut, kita bisa mengambil keputusan yang lebih bijak dalam berinvestasi di pasar saham.

FAQ

1. Apakah return saham selalu positif?

Tidak selalu. Ada kalanya kita mengalami kerugian dari investasi saham sehingga return saham bisa menjadi negatif.

2. Apakah return saham bisa diprediksi?

Tidak selalu. Ada banyak faktor yang mempengaruhi performa suatu saham di pasar sehingga prediksi return saham tidaklah mudah.

TRENDING :  Menguasai Analisa Teknikal Saham dengan Mudah

3. Bagaimana kita bisa mengetahui return saham pada periode waktu tertentu?

Hal ini bisa dilakukan dengan menghitung kenaikan atau penurunan harga saham dari waktu ke waktu, serta mempertimbangkan dividen yang dibayarkan.

4. Apa peran beta saham dalam menghitung relative return?

Beta saham digunakan untuk menetapkan risiko pasar dalam menghitung relative return. Dengan memperhitungkan volatilitas ini, maka relative return dapat dihitung lebih akurat.

5. Apakah IHSG merupakan salah satu ukuran return saham?

Tidak. IHSG merupakan ukuran laju harga saham yang ada di dalamnya, bukan pengukuran return saham